
Kota Malang Ker!
EDAN! Malang tenyata sebuah lintas peradaban yang sudah sangat tua, bahkan tertua di tanah Jawa.
Artefak-artefak arkeologis, seperti prasasti Dinoyo (682 saka, atau 760 M) misalnya, menyebut bahwa di wilayah ini pernah ada Kerajaan Kanjuruhan yang dipimpin raja Gajayana yang adil dan bijaksana. Para ahli sejarah malah menyatakan Malang merupakan pusat peradaban selama 7 abad secara berturut-turut sepanjang jaman klasik Hindhu-Budha, mulai dari dinasti Kanjuruhan hingga Majapahit.
Pada saat pemerintahan kolonial Belanda, melalui perencanaan yang seksama, dari system tata ruang yang nyaman, arsitektur bangunan yang mumpuni dan dipadupadankan dengan ruang terbuka yang indah, kota Malang pada zamannya pernah dijuluki sebagai “Parijs Van Java”. Saat ini, pemerintahan kolonial Belanda meninggalkan sisa-sisa kejayaan tempo doeloe yang dipersembahkan pada masyarakat Kota Malang, seperti gedung Balai Kota yang dilengkapi dengan Alun-Alun Tugu, Alun-Alun Merdeka (Kota), Masjid Agung, Gereja Hati Kudus di Jl. Basuki Rachmat, Stadion Gajayana, Bouleverd Ijen, pemukiman-pemukiman penduduk di jalan nama gunung-gunung dan masih banyak lagi. Fasilitas-fasilitas ini awalnya dibangun hanya untuk kepentingan Pemerintah Kolonial, sehingga langgam arsitektur maupun fisik bangunannya benar-benar digarap dengan amat hati-hati.
Sumber: Tourism-Monthly Magazine edisi Maret-April 2006
1 komentar:
kota Malang pada zamannya pernah dijuluki sebagai “Parijs Van Java”
kalo sekarang sih julukan itu di berikan ke kota Bandung. Bahkan udah jadi nama sebuah mall disana.
Posting Komentar