Sabtu, 2009 Juni 13

Nasihat "Bu Rini"

Fiuhhh.......
akhirnya selesai juga PRA Uas-ku.......

Persiapannya selama dua hari. Ternyata berusaha keras sendiri untuk meraih cita-cita sangat menyenangkan. Tak peduli berapapun akhirnya, tapi....rasanya aku bisa mengerti makna dari sebuah pengorbanan dan kesungguhan.

Ohya, setelah ujian hari ini, bu Rini banyak mengobroL dengan kita, She is my favorite theacher!!! Heheheh.
Kata-katanya yang paling mengena di benakku, adalah bahwa kita harus menjadi dewasa. Hidup penuh pilihan, dan saat kita memilih salah satunya, kedewasaan kita yang harus siap menerima konsekuensinya.....

Wowwww......
Aku langsung tersentak! bukan karena kaget atau kagum, tetepi karena benar, dan....
selama ini, aku baru sadar!
Sungguh!

Kamis, 2009 Juni 04

10 menit lalu....

Entahlah......
aku paling suka pemandangan sore. Anak-anak kecil berlarian, para pedagang yang kreatif, kendaraan yang lalu lalang, dan langit biru dengan garis putih halus membingkai mata kecilku.

Rasanya melegakan.....

Setiap kali berkedip, maka setiap itu pula daun-daun jatuh. Cantik sekali.......
berwarna kuning bukan karena layu, tetapi merelakan dirinya kemana angin meniupnya, dan setiap daun yang jatuh ke kakiku, punya caranya sendiri membuatku terpesona.

Mataku terpejam..... pelan dan selamanya....
membiarkan apa yang kulihat dan kurasakan sekarang menjadi alasan kenapa aku sangat beruntung.....
membiarkan hatiku mengaguminya.....mencintainya.....dan meneteskan air mata.....

Jumat, 2008 Agustus 15

Maknai 63 tahun kita Rek!



Akhir-akhir ini, acara pertelevisian kita diwarnai oleh ajang pemilihan di berbagai bidang. Ajang pemilihan ini ditujukan kepada masyarakat yang mempunyai bakat dan minat sesuai dengan kriteria pemilihan. Akhirnya dari sekian penilaian yang lama, ditentukan siapa yang menjadi pemenangnya. Si-pemenang inilah yang nantinya akan menjadi terkenal di masyarakat, sebagai idola baru atau selebriti baru. Jika ini terjadi, maka orang tersebut dielu-elukan masyarakat layaknya pahlawan.

Permasalahannya adalah "pahlawan" hasil pemilihan stasiun televisi dengan pahlawan bangsa di perlombaan internasional mendapatkan penghargaan yang jauh berbeda. Pahlawan bangsa justru kurang mendapatkan apresiasi dari masyarakat kita, padahal mereka mengukir prestasi Indonesia. Sedangkan "pahlawan" stasiun televisi lebih sering digembor-gemborkan oleh masyarakat karena penampilan mereka.

Para Insiyur muda yang telah belajar di luar negeri dan mendapat predikat sebagai lulusan terbaikpun tidak sedikit. Mereka terbukti mampu menyamakan potensi pendidikan kita dengan pendidikan di luar negeri. Namun sayangnya, lulusan berprestasi ini enggan kembali ke Indonesia karena kurangnya penghargaan atau penghormatan dari masyarakat maupun dari pemerintah. Beberapa dari mereka beralasan bahwa sulitnya mengembangkan potensi pendidikan yang telah mereka pelajari di negara kita, baik dari segi keuangan maupun sumberdaya alam. Contohnya, pemerintah kita sulit sekali memberikan dana bagi para lulusan ini untuk penelitian, kalaupun bisa, pasti akan dipersulit oleh para jajaran petinggi pemerintahan, sedangkan di luar negeri, Amerika misalnya, para lulusan insiyur, mendapatkan peluang dan dana serta dukungan dari pemerintah untuk proyek penelitian. Of course, ini berakibat buruk bagi negara kita, karena Indonesia kekurangan SDM yang berkualitas, rasa kebangsaan pada diri kita pun juga akan berkurang.

So...Ayo maknai 63 Tahun Kemerdekaan kita!!!

Rabu, 2008 Juli 16

Life of Pi



Life of Pi

-Kisah Pi-

BIOGRAFI PENGARANG
YANN MARTEL adalah penulis Canada. Life of Pi merupakan bukunya yang ketiga. Buku ini memenangkan penghargaan Man Booker Prize 2002, dan telah menjadi bestseller internasional.

Seperti judulnya Life of Pi menceritakan kisah perjuangan hidup seorang tokoh bernama Pi. Pi adalah seorang mahasiswa di Universitas Toronto berumur 16 tahun. Dia dan keluarganya adalah penduduk asli India yang kebanyakan memeluk agama Hindhu. Orangtuanya, khususnya ayahnya memiliki kebun binatang yang dinamakan Kebun Raya Pondicheryy. Sejak kecil, Pi telah dikenalkan oleh ayahnya tentang bebagai macam binatang termasuk harimau Royal Bengal. Kelak, pengetahuan Pi tentang kehidupan binatang inilah yang akan menyelamatkan hidupnya.

Karena kondisi pemerintahan India pada saat itu, keluarga Pi memutuskan untuk pindah ke Canada. Mereka menumpang Tsimtsum, kapal barang Jepang berbendera Panama pada tanggal 21 Juli 1977. Di tengah perjalanan, saat ada hujan deras dan ombak yang ganas, Tsimisum tenggelam dengan cepat, para binatang keluar dari kandang dengan paniknya. Oleh para awak yang ditemui oleh Pi sesaat sebelum tenggelam, Pi dilempar di sekoci, kemudian sekoci itu meluncur ke laut tepatnya ke Samudra Pasifik.

Dari sinilah kisah ini dimulai, Pi menghabiskan waktunya terombang-ambing di luasnya Samudra Pasifik dengan ditemani seekor hyena, seekor zebra yang kakinya patah, seekor orang utan betina, dan seekor harimau Royal Bengal seberat 225 kg. Kemudian, seiring berjalannya waktu, sekoci hanya terisi penumpang Pi dan harimaunya. Mereka saling membantu hidup di Samudra Pasifik. Keberadaan harimau memberikan harapan bagi Pi.

Akhirnya, setelah sekoci berhasil mendarat di Meksiko pada tanggal 14 Februari 1978, mereka berpisah, Pi ditemukan oleh penduduk setempat, dan si-harimau pergi ke hutan belantara, tempat semestinya dia berada. Perpisahaan ini membuat Pi sedih dan menangis, karena kebersamaan mereka yang lama, menghadapi kerasnya kehidupan di Samudra, mengukir kenangan yang indah bagi seorang anak lelaki kesepian seperti Pi.

Berdasarkan pengalaman penyelidik, cerita tersebut tak ada tandingannya dalam sejarah kapal tenggelam. Sangat sedikit korban kapal tenggelam yang bisa bertahan begitu lama di laut seperti Pi, dan belum pernah ada yang ditemani oleh harimau Bengal dewasa. Kisah yang luar biasa, penuh keajaiban, dan seperti ucapan salah satu tokoh di dalamnya, kisah ini akan membuat orang percaya pada Tuhan.

Buku ini diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama Jakarta, 2005

Rabu, 2008 Juli 09

Foto-foto dulu Yukkk!!!



Ini diambil waktu kita mau ada kuliah Geometri Analitik….hihihi….narsis habis ya anak-anak ceweknya….cowoknya?yahh…dah pada ngilang sendiri tuh! Hehehe

Di kalangan kelas kita mata kuliah Geometri Analitik adalah salah satu dari sekian banyak mata kuliah yang nakutin di semester 2 ini. Bukan materinya sie yang bikin serem, tapi karena dosennya aja yang terkenal…Mmmm…Disiplin banget. Ehem!

Suasana kelasnya tenang dan nyenengin buat belajar apalagi kita tidak sekelas dengan satu angkatan kita aja, tapi juga dengan angkatan di atasnya. Selain tambah teman, kita juga lumayan dapat informasi yang penting dari kakak tingkat kita lho, seperti kebiasaan dosen GA-kita, cara beliau memberikan nilai, sampai dengan sistem pengajarannya di kelas.

Kalau sudah bad mood di kelas karena mikirin tentang teori yang seambrek-ambrek buat dihafalin, maka, temen-temen cewek kita, seneng banget penuhin memori foto HP, “Sayang kan Din!!” itu salah satu alasan mereka, lalu ada lagi yang lainnya, “Yahhh….sekali-kali Din, kan buat kenang-kenangan juga kan???”. Hihihi….ada aja alasannya.

Tetapi apapun itu, aku sudah cinta dengan mereka, dengan materi matematika yang ngupas abis soal-soal dasar, dengan kelas kita, dengan kebersamaan kita (meskipun terkadang aneh!!), dengan keluh-kesah mereka, heheheh….Finally, I LOVE YOU, GIRLS!

Selasa, 2008 Juli 08

Daftar Ulang Mala Unbraw





Halooo....teman-teman Matematika Kelas B Angkatn 07
First, Met Holiday-ria yah....pada kemana nih?
Ohiya, gimana nilai-nilai kamu? Bagus kan? hehehe
Iya sudah, yang berlalu biarkan berlalu aja, sekarang saatnya kamu konsen ke semester yang baru, Oke?

Ini sementara yang aku dapat dari akademik MIPA, informasi selanjutnya, Insya Allah nyusul deh.. hehehe

Jadwal SP? waduhhh....iya-iya, nanti saya juga masukkan ke sini juga deh, sabarrr buk!!

One again, Met Holiday Guys! dan yang ngambil SP....Met SP-an ria....

Kota Malang Ker!


Kota Malang Ker!

EDAN! Malang tenyata sebuah lintas peradaban yang sudah sangat tua, bahkan tertua di tanah Jawa.

Artefak-artefak arkeologis, seperti prasasti Dinoyo (682 saka, atau 760 M) misalnya, menyebut bahwa di wilayah ini pernah ada Kerajaan Kanjuruhan yang dipimpin raja Gajayana yang adil dan bijaksana. Para ahli sejarah malah menyatakan Malang merupakan pusat peradaban selama 7 abad secara berturut-turut sepanjang jaman klasik Hindhu-Budha, mulai dari dinasti Kanjuruhan hingga Majapahit.

Pada saat pemerintahan kolonial Belanda, melalui perencanaan yang seksama, dari system tata ruang yang nyaman, arsitektur bangunan yang mumpuni dan dipadupadankan dengan ruang terbuka yang indah, kota Malang pada zamannya pernah dijuluki sebagai “Parijs Van Java”. Saat ini, pemerintahan kolonial Belanda meninggalkan sisa-sisa kejayaan tempo doeloe yang dipersembahkan pada masyarakat Kota Malang, seperti gedung Balai Kota yang dilengkapi dengan Alun-Alun Tugu, Alun-Alun Merdeka (Kota), Masjid Agung, Gereja Hati Kudus di Jl. Basuki Rachmat, Stadion Gajayana, Bouleverd Ijen, pemukiman-pemukiman penduduk di jalan nama gunung-gunung dan masih banyak lagi. Fasilitas-fasilitas ini awalnya dibangun hanya untuk kepentingan Pemerintah Kolonial, sehingga langgam arsitektur maupun fisik bangunannya benar-benar digarap dengan amat hati-hati.

Sumber: Tourism-Monthly Magazine edisi Maret-April 2006