Rabu, 16 Juli 2008

Life of Pi



Life of Pi

-Kisah Pi-

BIOGRAFI PENGARANG
YANN MARTEL adalah penulis Canada. Life of Pi merupakan bukunya yang ketiga. Buku ini memenangkan penghargaan Man Booker Prize 2002, dan telah menjadi bestseller internasional.

Seperti judulnya Life of Pi menceritakan kisah perjuangan hidup seorang tokoh bernama Pi. Pi adalah seorang mahasiswa di Universitas Toronto berumur 16 tahun. Dia dan keluarganya adalah penduduk asli India yang kebanyakan memeluk agama Hindhu. Orangtuanya, khususnya ayahnya memiliki kebun binatang yang dinamakan Kebun Raya Pondicheryy. Sejak kecil, Pi telah dikenalkan oleh ayahnya tentang bebagai macam binatang termasuk harimau Royal Bengal. Kelak, pengetahuan Pi tentang kehidupan binatang inilah yang akan menyelamatkan hidupnya.

Karena kondisi pemerintahan India pada saat itu, keluarga Pi memutuskan untuk pindah ke Canada. Mereka menumpang Tsimtsum, kapal barang Jepang berbendera Panama pada tanggal 21 Juli 1977. Di tengah perjalanan, saat ada hujan deras dan ombak yang ganas, Tsimisum tenggelam dengan cepat, para binatang keluar dari kandang dengan paniknya. Oleh para awak yang ditemui oleh Pi sesaat sebelum tenggelam, Pi dilempar di sekoci, kemudian sekoci itu meluncur ke laut tepatnya ke Samudra Pasifik.

Dari sinilah kisah ini dimulai, Pi menghabiskan waktunya terombang-ambing di luasnya Samudra Pasifik dengan ditemani seekor hyena, seekor zebra yang kakinya patah, seekor orang utan betina, dan seekor harimau Royal Bengal seberat 225 kg. Kemudian, seiring berjalannya waktu, sekoci hanya terisi penumpang Pi dan harimaunya. Mereka saling membantu hidup di Samudra Pasifik. Keberadaan harimau memberikan harapan bagi Pi.

Akhirnya, setelah sekoci berhasil mendarat di Meksiko pada tanggal 14 Februari 1978, mereka berpisah, Pi ditemukan oleh penduduk setempat, dan si-harimau pergi ke hutan belantara, tempat semestinya dia berada. Perpisahaan ini membuat Pi sedih dan menangis, karena kebersamaan mereka yang lama, menghadapi kerasnya kehidupan di Samudra, mengukir kenangan yang indah bagi seorang anak lelaki kesepian seperti Pi.

Berdasarkan pengalaman penyelidik, cerita tersebut tak ada tandingannya dalam sejarah kapal tenggelam. Sangat sedikit korban kapal tenggelam yang bisa bertahan begitu lama di laut seperti Pi, dan belum pernah ada yang ditemani oleh harimau Bengal dewasa. Kisah yang luar biasa, penuh keajaiban, dan seperti ucapan salah satu tokoh di dalamnya, kisah ini akan membuat orang percaya pada Tuhan.

Buku ini diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama Jakarta, 2005

Rabu, 09 Juli 2008

Foto-foto dulu Yukkk!!!



Ini diambil waktu kita mau ada kuliah Geometri Analitik….hihihi….narsis habis ya anak-anak ceweknya….cowoknya?yahh…dah pada ngilang sendiri tuh! Hehehe

Di kalangan kelas kita mata kuliah Geometri Analitik adalah salah satu dari sekian banyak mata kuliah yang nakutin di semester 2 ini. Bukan materinya sie yang bikin serem, tapi karena dosennya aja yang terkenal…Mmmm…Disiplin banget. Ehem!

Suasana kelasnya tenang dan nyenengin buat belajar apalagi kita tidak sekelas dengan satu angkatan kita aja, tapi juga dengan angkatan di atasnya. Selain tambah teman, kita juga lumayan dapat informasi yang penting dari kakak tingkat kita lho, seperti kebiasaan dosen GA-kita, cara beliau memberikan nilai, sampai dengan sistem pengajarannya di kelas.

Kalau sudah bad mood di kelas karena mikirin tentang teori yang seambrek-ambrek buat dihafalin, maka, temen-temen cewek kita, seneng banget penuhin memori foto HP, “Sayang kan Din!!” itu salah satu alasan mereka, lalu ada lagi yang lainnya, “Yahhh….sekali-kali Din, kan buat kenang-kenangan juga kan???”. Hihihi….ada aja alasannya.

Tetapi apapun itu, aku sudah cinta dengan mereka, dengan materi matematika yang ngupas abis soal-soal dasar, dengan kelas kita, dengan kebersamaan kita (meskipun terkadang aneh!!), dengan keluh-kesah mereka, heheheh….Finally, I LOVE YOU, GIRLS!

Selasa, 08 Juli 2008

Daftar Ulang Mala Unbraw





Halooo....teman-teman Matematika Kelas B Angkatn 07
First, Met Holiday-ria yah....pada kemana nih?
Ohiya, gimana nilai-nilai kamu? Bagus kan? hehehe
Iya sudah, yang berlalu biarkan berlalu aja, sekarang saatnya kamu konsen ke semester yang baru, Oke?

Ini sementara yang aku dapat dari akademik MIPA, informasi selanjutnya, Insya Allah nyusul deh.. hehehe

Jadwal SP? waduhhh....iya-iya, nanti saya juga masukkan ke sini juga deh, sabarrr buk!!

One again, Met Holiday Guys! dan yang ngambil SP....Met SP-an ria....

Kota Malang Ker!


Kota Malang Ker!

EDAN! Malang tenyata sebuah lintas peradaban yang sudah sangat tua, bahkan tertua di tanah Jawa.

Artefak-artefak arkeologis, seperti prasasti Dinoyo (682 saka, atau 760 M) misalnya, menyebut bahwa di wilayah ini pernah ada Kerajaan Kanjuruhan yang dipimpin raja Gajayana yang adil dan bijaksana. Para ahli sejarah malah menyatakan Malang merupakan pusat peradaban selama 7 abad secara berturut-turut sepanjang jaman klasik Hindhu-Budha, mulai dari dinasti Kanjuruhan hingga Majapahit.

Pada saat pemerintahan kolonial Belanda, melalui perencanaan yang seksama, dari system tata ruang yang nyaman, arsitektur bangunan yang mumpuni dan dipadupadankan dengan ruang terbuka yang indah, kota Malang pada zamannya pernah dijuluki sebagai “Parijs Van Java”. Saat ini, pemerintahan kolonial Belanda meninggalkan sisa-sisa kejayaan tempo doeloe yang dipersembahkan pada masyarakat Kota Malang, seperti gedung Balai Kota yang dilengkapi dengan Alun-Alun Tugu, Alun-Alun Merdeka (Kota), Masjid Agung, Gereja Hati Kudus di Jl. Basuki Rachmat, Stadion Gajayana, Bouleverd Ijen, pemukiman-pemukiman penduduk di jalan nama gunung-gunung dan masih banyak lagi. Fasilitas-fasilitas ini awalnya dibangun hanya untuk kepentingan Pemerintah Kolonial, sehingga langgam arsitektur maupun fisik bangunannya benar-benar digarap dengan amat hati-hati.

Sumber: Tourism-Monthly Magazine edisi Maret-April 2006



Senin, 07 Juli 2008

Kejadian Seru di Rumah!!


Ups, kejadian aneh banget di rumahku kemarin
This is my story...

One day, aku bangun agak siangan, sekitar jam 06.15 pagi. Mbak Tety dan Mas Rino bangun agak awalan, and...Hah!! Mbak dan Mas sedang gundah gulana, jalan ke sini, jalan ke situ, muter-muter ke ruang tamu, ke kamar, trus ke dapur,Nah...aku yang 'aras-arasen' akhirnya terpaksa bangkit dari selimut.

"Enek opo mbak? opo sing ilang?", kata pertamaku setelah menguap-nguap kecil di kamar. "Sandal-e ilang kabeh dik, sandalmu, sandal-e Mas Rino, Bulek...", jawab Mbak sambil memegang sapu, berharap pencurinya akan datang lagi dan mbak sudah bersiap diri. Spontan tentu aja aku kaget 1/4 mati (biasanya kan 1/2 mati, yee...bikin versi bedanya dong)

Emm...perasaanku sie ada senang dan sedih juga. Senangnya ya...coz akhir-akhir ini aku memang rencana ingin beli sepatu baru, tapi sedihnya..sepatu itu adalah saksi bisu aku kuliah dan sepatu itu sudah bener-bener pas di kakiku yang mungil ini (ya iyalah..., la wong ukurannya cuman 36 doang, hehehe). So sangat disanyangkan banget sudah gak ada. Hilang lagi! Di rumah lagi hilangnya! Di rumahku sendiri! banyangin aja coba! ( Udah, gak usah dibanyagin betulan, lama....non!)

Fiuhhhh.....

Sorenya, tanpa sengaja aku dan tanteku lihat kerumunan warga di salah satu rumah, karena penasaran, aku dan adek pergi melihat sebentar. Waktu aku tanya ke salah satu warga, "Ada maling mbak..!". Hah? Are you kidding? Maling?? Masa seh?. Para bapak-bapak sudah naik ke atas loteng. Mereka masing-masing sudah membawa alat berat, seperti linggis, tongkat, beton, kayu. Buat apa? Yang pasti buat mukulin si maling biar babak belur. Karena TKP tempat persembunyian si maling ini rumah kosong dan dikunci, para bapak keren ini berusaha menyergap si maling dengan melubangi atap rumah..Tetapi si maling tidak juga kelihatan batang hidungnya, padahal warga yang sudah menunggu dari luar puaniknya tidak karuan!!. Ada yang ngasih sumpah serapah, ada yang termenung tidak percaya, ada juga yang bikin kopi (dikirain nonton layar tancap kali!), ada yang hubungi polisi, anak-anak kecil tertawa ngikik, mereka bertingkah kayak film detektif-detektifan gitu...hahaha, aku yang liat tertawa geli aja.

Sampai 1 jam nungguin, si pemeran utama ini tidak muncul-muncul juga, akhirnya aku balik aja ke rumah, soalnya tanteku mau pulang ke Madiun, so aku buru-buru aja, soalnya musti nganter sampai depan rumah toh?

Nahh...kejadian ini jadi pelajaran penting buat aku. Rumah harus selalu dalam keadaan terkunci, Siapa tau kan? Orang itu jika terpaksa, bisa melakukan sesuatu yang nekat, iya toh?

Akhirnya cerita ini berakhir membingungkan. Si pemeran utama tidak tahu sudah tertangkap atau belum? Aku belum beli sepatu baru hari ini, padahal besok pagi aku masuk kuliah?.... I'm confused!

My Kampus


Hai…..
First, namaku Dini
Salam kenal ya

Aku adalah salah satu mahasiswi semester 2 di Fakultas Mipa Universitas Brawijaya Malang. Ya…hobiku memecahkan soal-soal khususnya matematika, so aku sekarang belajar di Jurusan Matematika. Kalian lihat foto di samping? Hehehe….mereka adalah sahabat-sahabatku. Aku? Oh….aku berada di tengah yang memakai baju merah. Bagaimana? Foto ini diambil ketika aku dan teman-temanku akan pergi ke perpustakaan kampus yang terletak tidak jauh dari fakultasku. Mmm…karena iseng aja melihat papan fakultas yang baru ini, kami spontan ingin mengambil gambarnya. Itung-itung buat oleh-oleh lah….wakakaka.

Di sebelah kiriku ada Paskah. Orangnya lucu dan energik. Dia itu selalu tertawa dan pintar menghibur sahabat-sahabatnya yang sedang dilanda duka karena nilai kalkulus cuman dapat D+. heheheh. Dia? Ohhh jangan salah, soal sesulit apapun, si Paskah ini mampu menyelesaikan soal paling lama 30 menit. Percaya? Percaya aja yah, karena aku sudah membuktikan sendiri. J
Dan selanjutnya di sebelah kananku ada sahabat namanya Usya. Orangnya imut, manis, dan rajinnnn bangeeet. Setiap ada catatan dari dosen di papan tulis, dia selalu tidak lupa mencatatnya. Karena terkenal paling rajin di kelas (mungkin karena ini dia selalu dapat nilai >80), si Usya ini jadi langganan pinjemin catatannya ke teman-teman kelas. Baik ya? Iya… Usya ini anaknya baik lho.
Lalu terakhir yang berbaik hati merelakan dirinya tidak di foto dan mengambil gambar kita, namanya Rike. Aku dan paskah terbiasa panggil ‘mbak Rike’, habis orangnya terlihat lebih dewasa, lebih bisa menasehati orang lain, lembut, manis dan baik. Kepandaiannya dalam menyelesaikan soal tidak kalah dari teman-teman yang lain karena mbak Rike ini lebih teliti lho..

Nah, ini sekilas profil tentang aku dan sahabat-sahabat ku, lain kali aku perkenalkan lagi. Jika kalian ada soal matematika yang kalian rasa sulit bisa ditanyakan di sini. Oke? Atau kalian bisa kirim mail di tiarabirudini@yahoo.co.id. Insya Allah aku akan segera membalasnya. Pertanyaan kalian juga akan aku diskusikan dengan teman-temanku atau bahkan langsung ke dosenku. J

Yuk semuanya….